Senin, 17 Oktober 2011

HORMON REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI


MAKALAH
FISIOLOGI HEWAN
 HORMON REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI
 (GnRH, LH, FSH dan Tstosteron)

DOSEN PEMBIMBING
Dra. Retno susilowati, M.Si


Oleh:
1.         HERI PURNOMO
08620038



 











JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2011
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum. Wr. Wb.
           Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahnya sehingga tugas makalah mata kuliah Fisiologi Hewan ini dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.
            Makalah ini disususn bertujuan selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisiologi Hewan juga memberikan wawasan yang luas bagi kalangan mahasiswa dan masyarakat akan pentingnya pengetahuan tentang Hormon kelamin pada laki-laki Dalam kehidupan sehari-hari.
             Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terciptanya makalah Hormon kelamin pada laki-laki ini dapat terselesaiakan dengan baik. Meskipun masih terdapat banyak kekurangan didalamya.  Kritik dan saran penulis harapkan dari pembaca  demi tersususnnya makalah yang lebih baik lagi dan yang terakhir yaitu semoga dengan makalah ini kita semua dapat mengambil manfaatnya khususnya  bagi para pembaca Amin…
                
Wassalamualaikum. Wr. Wb.

                                                                                    Malang,  30 Maret 2011
                                               


                                                                                           Tim Punyusun




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru dengan sifat yang sama atau perpaduan dari kedua induknya. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi  (yaitu peleburan antara sel spermatozoid dengan sel ovum). Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilakukan dengan cara generative atau seksual.
Kata endokrin berasal dari bahasa yunani kuno (greek) yang mana endon berarti di dalam, sedangkan krinein berarti berpisah. Hornon juga berasal dari induk bahasa yang sama, hormaein  yang berarti menimbulkan gairah.
Hormon (dari bahasa Yunani, horman - “yang menggerakkan”) adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan, memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk memberikan sinyal ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas tertentu.
Definisi hormone yang dikemukakan oleh Partodjiharjo (1992) dalam bukunya yang berbunyi : hormone adalah zat organik yang diproduksikan oleh sel-sel khusus dalam badan, dirembeskan dalam darah, dengan jumlah dalam jumlah kecil dapat merangsang sel-sel tertentu untuk berfungsi. Adanya perkataan sel-sel khusus jumlah dalam jumlah kecil menbatasi banyak zat yang diproduksikan oleh sel tubuh yang juga dapat merangsang sel-sel. Lain.
1.2  Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang dapat diambil antara lain:
1.      Bagaimana fungsi dan sistem kontrol hormon reproduksi laki-laki?
2.      Bagaimana fungsi dan sistem control hormon reproduksi laki-laki (GnRH dan LH)?
3.      Bagaimana fungsi dan sistem control hormon reproduksi laki-laki (FSH dan Testosteron)?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui fungsi dan sistem kontrol hormon reproduksi laki-laki?
2.      Untuk mengetahui fungsi dan sistem control hormon reproduksi laki-laki (GnRH dan LH)?
3.    Untuk mengetahui fungsi dan sistem control hormon reproduksi laki-laki (FSH dan Testosteron)?


























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kajian Keislaman
Dalam ayat- ayat Al-Quran banyak yang menjelaskan tentang system reproduksi jantan, salah satunya yaitu  surat
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3­/u Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oyÏnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í #ZŽÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnöF{$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3øn=tæ $Y6ŠÏ%u ÇÊÈ  
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
[263] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a.s. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a.s. diciptakan.
[264] Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.
Surat Al- Kahfi 37
tA$s% ¼çms9 ¼çmç7Ïm$|¹ uqèdur ÿ¼çnâÍr$ptä |Nöxÿx.r& Ï%©!$$Î/ y7s)n=yz `ÏB 5>#tè? §NèO `ÏB 7pxÿõÜœR §NèO y71§qy Wxã_u ÇÌÐÈ
Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya - sedang dia bercakap-cakap dengannya: "Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari  setetes air mani lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?
Pada kedua ayat diatas mengandung penjelasan tentang reproduksi, proses reproduksi melibatkan 2 invidu yang berbeda jenis. Organ- organ yang terlibat adalah organ repruduksi jantan dan betina, tanpa organ tersebut pembuahan tidak akan terjadi. Organ- organ reproduksi hewan jantan terdiri dari beberapa organ yang saling berhubungan.
Pada ayat yang kedua juga menjelaskan bahwa Manusia diciptakan oleh Allah dari setetes mani Setetes mani tersebut merupakan semen yang terdapat sperma. Sperma merupakan asal mula pembentukan manusia. Sperma diproduksi di dalam testis yaitu alat reproduksi primer jantan.  Testis merupakan organ reproduksi jantan yang sangat penting, jika tidak ada testis atau ada kelainan pada testisnya maka spermatozoa tidak dapat diproduksi sehingga hewan jantan tidak bisa membuahi. testis juga berfungsi sebagai tempat produksi hormone androgen yang merangsang pembentukan spermatozoa, yang juga akan dibantu oleh kelnjar vesikula seminalis. Setalah sperma dikeluarkan dengan semennya menuju ke alat reproduksi betina, jiak spermatozoa dan ovum bertemu maka akan jadi sebuah individu baru.

2.2 Pengertian Hormon
Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu dikeluakan, hormon akan dialirkan oleh dara menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Pada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang berbeda-beda sebagai berikut:
1.    Hormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin dan triodtironin).
2.    Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen, aldosteron, dan kortisol).
3.    Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin, oksitosin, hormon pertumbuhan (growth hormone), FSH, LH, TSH).
Hormon laki-laki, testosteron, dan hormon-hormon perempuan, estrogen dan progesteron, terbentuk dari bahan dasar yang sama, kolesterol. Testosteron adalah zat androgen utama yang disintesis dalam testis, ovarium, dan anak ginjal. Testosteron (C19H28O2) adalah molekul yang dibentuk dari atom-atom karbon, hidrogen dan oksigen. Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utamanya adalah testis pada jantan dan indung telur pada wanita. Sel-sel Leydig dari testis distimulasi oleh LH untuk menghasilkan testosteron sbanyak 2,5-11 mg sehari. Produksi testosteron mencapai puncaknya sekitar usia 25 tahun, lalu menurun drastic pada usia 40 tahun . DHEA (dehidro-epi-androsteron) dan androstendion merupakan prekursor testosteron yang dibentuk oleh anak ginjal.
2.3 Macam-macam Hormon
Kelenjar Hypophysa menghasilkan hormone-hormon berikut beserta fungsinya:
Kelenjar
Hormon
Fungsi
Adenohypophysa
FSH
Spermatogenesis, pertumbuhan folikel
LH
Pelepasan estrogen, ovulasi, dan pelepasan progesterone
ICSH
Merangsang sel-sel interstitial dalam testis
LTH/Prolaktin
Pelepasan progesteron, laktasi
Neurohypophysa
Oxytocin
Partus, kontraksi uterus, penurunan (let down) air susu
2.4 Hormon GnRH
GnRH dianggap sebagai neurohormon, hormon yang diproduksi dalam sel saraf tertentu dan dirilis di terminal saraf nya. Sebuah wilayah kunci untuk produksi GnRH adalah area preoptic dari hipotalamus, yang berisi sebagian besar neuron GnRH-mensekresi. Neuron GnRH berasal dari hidung dan bermigrasi ke otak, dimana mereka tersebar di seluruh septum medial dan hipotalamus dan dihubungkan dengan sangat panjang dendrit 1-milimeter-panjang>. Bundel ini bersama-sama sehingga mereka menerima bersama input sinaptik, suatu proses yang memungkinkan mereka untuk menyinkronkan mereka melepaskan GnRH. [1] (Stephen P. Armstrong, 2010)
2.4.1 Pengertian Hormon GnRH
GnRH adalah 10 asam amino peptida yang berasal dari prekursor asam amino 92. Hal ini dilepaskan dari hipotalamus GnRH-sintesa neuron dalam mode berdenyut, dengan tarif sekitar satu pulsa per jam. GnRH pelepasan dikendalikan oleh neuron 'alat pacu' yang terletak di hipotalamus anterior mediobasal. • berdenyut rilis GnRH transiently hadir dalam periode neonatal dini, teredam pada anak usia dini dan sudah dimulai pada saat pubertas. Pola reinitiation adalah sedemikian rupa sehingga awal pubertas GnRH pulsa terjadi terutama pada malam hari. Kemudian pada masa pubertas dan sesudahnya, jam GnRH pulsa yang jelas sepanjang hari. • Tingkat dan amplitudo pulsa GnRH berada di bawah panjang-loop kontrol umpan balik negatif dengan steroid hormon. • Release ditingkatkan pada pertengahan siklus pada wanita oleh estrogen, menyediakan gelombang GnRH yang mendorong lonjakan gonadotropin (terutama LH) yang menengahi ovulasi. • sekresi GnRH dihambat oleh prolaktin. Hal ini mungkin bertanggung jawab atas inhibisi ovulasi pada ibu menyusui. Selain itu, hiperprolaktinemia merupakan penyebab potensial penting hipogonadotropik hipogonadisme dan ketidaksuburan. • pelepasan GnRH dihambat oleh stres dan olahraga berat, yang dapat mengakibatkan amenore (C K Leung,2003 ).
Hormon ini dipercaya untuk menginisisasi banyak gambaran kejadian di atas, adalah suatu protein kecil atau peptida yang dibuat dalam bagian yang kecil dari otak yang disebut hipotalamus. Hormon ini dibentuk dari 10 asam amino (membangun blok protein) dan disebut GnRH. Terdapat kelompok sel (disebut suatu nukleus)di dalam hipotalamus yang melepaskan pulsasi singkat dari GnRH sekitar 2 jam. Malahan masuknya GnRH ke dalam sirkulasi umum, hormon ini dilepas ke pembuluh darah khusus yang berjalan ke dalam struktur tipis yang disebut tangkai hipofise, yang menghubungkan hipotlamus dengan kelenjar hipofisis. Pelepasan GnRH secara pulsatif, seperti yang telah dijelaskan tadi, adalah keadaan reproduksi normal. Walaupun begitu subjek dari penelitian yang ada (yang selalu dilakukan pada binatang primata), mekanisme oleh pelepasan GnRH secara pulsatif adalah secara luas ditekan oleh daerah kritis dari otak untuk seluruh tahun antara masa kanak-kanak dan pubertas adalah masih menjadi misteri. Kita dapat menjadi jelas, bagaimanapun juga gambaran alami cara untuk mempertahankan spesies kita dan menjadi matang secara reproduksi pada suatu waktu ketika otak kita dalam keadaan istirahat tubuh tidak siap untuk mengatasinya.
2.4.2 Fungsi Hormon GnRH
Pengaruh utama GnRH adalah untuk merangsang pelepasan LH dan FSH. Hal ini dirilis pada eminensia median dan diangkut melalui sirkulasi portal ke anterior pituitari, dengan bertindak melalui reseptor-protein G-digabungkan,melibatkan aktivasi C fosfolipase dan produksi diasilgliserol dan IP3, untuk merangsang pelepasan gonadotropin dan sintesis. GnRH memberikan sebuah efek self-priming pada gonadotropin, sehingga pelepasan gonadotropin ditingkatkan berikut aplikasi terlebih dahulu dari GnRH. Efek ini ditambah dengan estradiol, berkontribusi positif Komentar pengaruh E2 di pertengahan siklus.(C K Leung,2003 )
Untuk menekan sekresi gonadotropin (misalnya pubertas cepat matang, neoplasias hormon-dependent, endometriosis) Administrasi kronis dari agonis GnRH long-acting akan menekan sekresi gonadotropin. Setidaknya dua minggu pengobatan yang diperlukan untuk penghambatan dasarnya lengkap sekresi gonadotropin, untuk menangkap pubertas dewasa sebelum waktunya gonadotropin-tergantung pada anak-anak, untuk memberikan pengebirian sebuah 'kimia' untuk pengobatan kanker tergantung hormon (androgen-dependent kanker prostat pada pria, estrogen-tergantung kanker payudara pada wanita), serta hormon lain yang tergantung gangguan (misalnya endometriosis, fibroid uterus, sindrom ovarium polikistik)(C K Leung,2003 ).
Gambar 3: Kontrol endokrin pada spermatogenesis
2.4.3  Mekanisme Kerja Hormon GnRH
GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.
Mekanisme kerja hormon tropik adenohipofisis misalnya hormon Gonadotropin (hormon kelamin) merupakan mekanisme kerja hormon pada taraf selular tergantung jenis hormonnya, mengikuti salah satu mekanisme berikut: Hormon berinteraksi dengan reseptornya mengakibatkan perangsangan atau penghambatan mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP ,selanjutnya siklik AMP berfungsi sebagai mediator intrasel untuk hormon tersebut dan seluruh sistem ini berfungsi sebagai suatu mekanisme spesifik sehingga efek spesifik suatu hormon dapat terjadi. Siklik AMP  mempengaruhi berbagai proses dalam sel,dan efek akhirnya bergantung dari kapasitas serta fungsi dari sel tersebut.siklik AMP menyebabkan aktivasi enzim-enzim protein kinase yang terlibat dalam proses fosforilasi pada sintesis protein dalam sel.siklik AMP mempengaruhi kecepatan proses ini.metabolisme siklik AMP menjadi 5,AMP dikatalisis oleh enzim fosfodiesterase yang spesifik.dengan demikian zat-zat yang menghambat enzim fosfodiesterase dapat menyebabkan timbulnya efek mirip hormon.
Ketika pulsasi GnRH dilepas ke pembuluh darah mengalir ke kelenjar hipofise, mereka berada dan tergabung ke dalam resptor khusus dalam sel-selinti dalam kelenjar hipofise, yang seukuran kacang, merupakan kelenjar utama yang berada pada dasar otak dan dibelakang batang hidung. Kelenjar hipofise membuat paling sedikit 6 hormon yang berbeda, termasuk hormon pertumbuhan. Tapi untuk sekarang kita lebih perhatian pada diri kita sendiri hanya dengan sel-sel yang disebut gonadotropin, karena tugasnya adalah menghasilkan 2 hormon penting yang diubah sebagai gonadotropin (berarti "penyebab gonad untuk tubuh"). Hormon-hormon itu disebut Luteinizing Hormon (LH) dan Folikel Stimulating Hormon (FSH). Karena GnRH disekresi secara pulsatif sekitar tiap 2 jam, pubertas berada di bawah respon kelenjar hipofise oleh pembentukan LH secara pulsatif dan sedikit FSH pulsatif sekitar tiap 2 jam. Pada awal pubertas, hormon ini ditemukan meningkat adalah LH dan FSH yang ditempatkan secara umum selama beberapa jam di malam hari, dimana pubertas yang terlambat, LH dan FSH ditingkatkan sepanjang hari.
Ada perbedaan sekresi GnRH antara wanita dan pria. Pada laki-laki, GnRH disekresi dalam pulsa pada frekuensi konstan, tetapi, pada wanita, frekuensi pulsa bervariasi selama siklus menstruasi, dan ada gelombang besar GnRH sesaat sebelum ovulasi. Sekresi GnRH berdenyut di semua vertebrata, dan sangat diperlukan untuk fungsi reproduksi yang benar. Jadi, hormon tunggal, GnRH1, mengontrol proses yang rumit pertumbuhan folikel, ovulasi, dan pemeliharaan korpus luteum pada wanita, dan spermatogenesis pada pria, Aktivitas GnRH sangat rendah selama masa kanak-kanak, dan diaktifkan pada pubertas. Selama tahun-tahun reproduktif, kegiatan pulsa sangat penting untuk fungsi reproduksi sukses sebagai dikontrol oleh umpan balik. Namun, setelah kehamilan didirikan, aktivitas GnRH tidak diperlukan. Berdenyut aktivitas dapat terganggu oleh penyakit hipotalamus-hipofisis, disfungsi baik (yaitu, penekanan hipotalamus) atau lesi organik (trauma, tumor). Peningkatan prolaktin tingkat penurunan aktivitas GnRH. Sebaliknya, hyperinsulinemia pulsa meningkatkan kegiatan yang mengarah ke LH kacau dan aktivitas FSH, seperti yang terlihat dalam polycystic ovary syndrome (PCOS). Formasi GnRH congenitally absen dalam sindrom Kallmann. (Stephen P. Armstrong, 2010)
Neuron GnRH diatur oleh banyak neuron aferen yang berbeda, menggunakan berbagai pemancar (termasuk norepinefrin, GABA, glutamat). Sebagai contoh, dopamin muncul untuk merangsang pelepasan LH (melalui GnRH) pada wanita estrogen-progesteron-prima; dopamin dapat menghambat pelepasan LH pada wanita diovariektomi [2] Kisspeptin tampaknya menjadi suatu regulator penting dari pelepasan GnRH [3] rilis GnRH bisa.. juga diatur dengan estrogen. Telah dilaporkan bahwa ada neuron kisspeptin-memproduksi yang juga mengekspresikan reseptor estrogen alpha. (C K Leung,2003 ).
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan neuron GnRH:
·         Genetik
·         Gizi
·         Ukuran tubuh/komposisi

2.5Hormon LH
2.5.1 Pengertian Hormon LH
Hormon Luteinizing (LH, juga dikenal sebagai lutropin) adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior . Pada laki-laki, hormon  LH juga telah disebut interstisial sel-stimulating hormone (ICSH), untuk merangsang sel Leydig produksi testosteron.
LH sering pula disebut ICSH (Interstitial Cel Stimulating Hormon). Sebutan ini dipergunakan karena pada hewan jantan fungsi LH adalah terutama merangsang sel-sel interstitial  dalam tetes, dan pada hewan betina LH kecuali merangsang terbentuknya sel-sel luteum juga merangsang  tumbuhnya sel-sel interstitial pada ovarium betina.
2.5.2 Fungsi Hormon LH
Organ reproduksi laki-laki, atau testis, yang terletak di dalam skrotum. Mereka mengeluarkan androgen yang memiliki testosteron yang mengatur produksi sperma. Pada laki-laki, ciri-ciri seksual sekunder adalah suara pendalaman, pengembangan rambut wajah dan penampilan rambut kemaluan. Ada juga peningkatan kekuatan dan pembesaran otot.
Kelenjar pituitari juga berkontribusi dengan mengatur hormon seks melalui folikel stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). FSH dan LH memastikan berfungsinya sistem reproduksi. FSH merangsang pematangan folikel di ovarium ovarium. Sementara pada laki-laki itu merangsang pematangan tubulus seminiferus. LH membantu dalam ovulasi pada wanita dan testosteron menstimulasi produksi dari sel-sel Leydig manusia laki-laki.
Sintesis dan fungsi dari masing-masing hormon reproduksi ini. Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Lutheineizing Hormone (LH).
Hipothamalus mengeluarkan GnRH dengan proses sekresinya setiap 90-120 menit melalui aliran portal hipothalamohipofisial. Setelah sampai di hipofise anterior, GnRH akan mengikat sel gonadotrop dan merangsang pengeluaran FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Lutheinizing Hormone).
Waktu paruh LH kurang lebih 30 menit sedangkan FSH sekitar 3 jam. FSH dan LH berikatan dengan reseptor yang terdapat pada ovarium dan testis, serta mempengaruhi fungsi gonad dengan berperan dalam produksi hormon seks steroid dan gametogenesis.
Fungsi hormon LH pada laki-laki dan perempuan itu sangat penting untuk reproduksi:
Pada wanita, pada saat menstruasi, FSH ini inisiat pertumbuhan folikel, khususnya yang mempengaruhisel-sel granulosa .Dengan kenaikan estrogen, reseptor LH juga diekspresikan pada folikel yang jatuh menghasilkan peningkatan jumlah estradiol. Akhirnya pada saat pematangan folikel, kenaikan estrogen memimpin melalui antarmuka hipotalamus untuk efek "positif umpan balik", sebuah rilis LH lebih dari 24 - untuk periode 48-jam. 'Ini' LH surge pemicu ovulasi , sehingga tidak hanya melepaskan telur, tetapi juga memulai konversi sisa folikel menjadi korpus luteum yang, pada gilirannya, menghasilkan progesteron untuk mempersiapkan endometrium untuk kemungkinan implantasi . LH diperlukan untuk mempertahankan fungsi luteal selama dua minggu pertama. Dalam kasus kehamilan , fungsi luteal akan lebih lanjut dipelihara oleh tindakan hCG (hormon sangat mirip dengan LH) dari mendirikan kehamilan baru. LH mendukung sel teka pada ovarium yang memberikan androgen dan prekursor hormon untuk produksi estradiol.
Pada pria, LH bertindak atas sel-sel Leydig dari testis dan bertanggung jawab untuk produksi testosteron , sebuah androgen yang diberikannya baik aktivitas endokrin dan kegiatan intratesticular pada spermatogenesis
Pelepasan LH pada kelenjar di bawah otak dikendalikan oleh pulsa dari gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dari hipotalamus . Mereka pulsa, pada gilirannya, adalah tunduk pada umpan balik estrogen dari gonad.

2.5.3 Mekanisme Kerja Gonadotropin (Hormon LH dan FSH)
  1. Reseptor hormon glikoprotein terdapat pada membran plasma sel target di gonad.
  2. Ditemukan reseptor FSH dan LH yang berbeda.
  3. Reseptor LH dan FSH terdapat di dalam membran plasma sel sel granulosa sel ovarium dan sel Serttoli di Testis.

2.6 Hormon FSH
2.6.1 Pengertian Hormon FSH
Follicle stimulating hormone (FSH) adalah hormon yang disintesa dan disekresikan oleh gonadotropes di kelenjar anterior pituitary. Di ovarium FSH menstimulasi pertumbuhan Graafian follicles yang belum matang agar menjadi matang. Bersamaan dengan perkembangan follicle, melepas inhibin, yang menghentikan produksi FSH. Pada pria, FSH berkaitan dengan produksi dari androgen-binding protein oleh sel Sertoli pada testes dan hal ini penting untuk spermatogenesis. FSH dan LH bekerja secara sinergi pada reproduksi.
Description: H:\33333.jpg
Gambar 1. struktur kimia hormon FSH
Sifat biokimia dan fisika dari FSH telah dipelajari. FSH bersifat sangat rapuh  karena rangkaian asam aminonya mudah putus dan potensinya menjadi sangat rendah. Setiapa molekul FSH mengandung endapan asam amino sebanyak 179 buah dan karbohidrat 14%. Asam amino terbanyak yang ditemukan adalah proline, lysine dan cysteine, kemudian methionine dan thryptophan. Karbohidrat yang terbanayak ditemukan adalah heksose, hexosamine dan asam sialate, kemudian fucose dalamjumlah sedikit. Karbohidrat memegang peranan cukup penting dalan fungsi FSH.
Karena mengandung asam amino dan karbohidrat maka FSH termasuk hormone protein atau lebih tepatnya glycol-protein. Berat molekul seluruhnya adalah 32,000 dan titik isoelektriknya terdapat pada pH 4,8. FSH larut dalam air, dalam penggunaannya sehari-hari sebagai obat sebaikya disuntikkan secara intravena. FSH dalam air cukup tahan lama karena FSH tidak mudah rusak karena perubahan pH.

2.6.2 Fungsi Hormon FSH
Hormone FSH bekerja bersamaan dengan LH. Pada pria, FSH merangsang sel sertoli yang terdapat dalam buah zakar/testis. Sel sertoli inilah yang memberikan makanan pada bakal sperma/germ sel supaya sperma berkembang normal. Sementara LH merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron yang berguna bagi perkembangan seks sekunder, seperti pertumbuhan bulu kemaluan, rambut, kumis, dan lainnya. Selain juga berfungsi untuk mematangkan sperma.
Menurut partodiarjo (1992), pada tikus yang telah dibuang hipofisanya FSH dianggap murni merangsang pembesaran testes karena terjadi perkembangbiakan spermatozoa dalam tubuli seminiferi, tetapi tidak merangsang produksi testosterone sebab sel-sel leydig tetap dalam keadaan hipofasektomi dan kelenjar asesori lainnya tetap kecil.
Hipotalamus mensintesa FSH-RH/LH-RH (suatu hormon) yang dialirkan ke hipofisa anterior melalui akson dan sistem porta. Oleh adanya rangsangan FSH-RH/LH-RH ini sel-sel basophil dalam hipofisa mensintesa FSH dan LH dan selanjutnya merembeskannya dalam darah. Mekanisme bagaimana FSH-RH/LH-RH dapat membedakan bahwa pada suatu saat  hanya FSH saja yang untuk sementara dihentikan sintesa serta sekresinya dalam kelompok sel-sel yang serupa, masih belum diketahui. Hal ini disebabkan oleh kesulitan cara memisahkan sel yang menghasilkan LH dari sel yang menghasilkan FSH dan masih belum dapat diuraikannya apakah FSH-RH/LH-RH itu menjadi 2 hormon .

2.7 Hormon Testosteron
2.7.1 Pengertian hormon Testosteron
Testosteron adalah hormon steroid dari kelompok androgen. Penghasil utamanya adalah testis pada pria dan ovarium pada wanita. Baik bagi Pria maupun wanita, testosteron memiliki peranan penting pada kesehatan.
Testosteron merupakan steroid C19 dengan suatu gugusan –OH pada posisi 17 disintesis dari kolesterol atau langsung dari asetil koenzim A terutama di dalam sel interstisial Leydig yang terletak pada interstisial tubulus seminiferus testis di bawah rangsang luetening hormon (LH) pada hipotalamus yang merangsang sel Leydig, melibatkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang meningkatkan pembentukan kolesterol dan ester kolesteril dan perubahan kolesterol ke pregnenolon melalui aktivasi protein kinase.
Hormon Testosteron ini juga diproduksi oleh ovarium tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit. Hormon ini dibutuhkan oleh wanita karena berhubungan dengan daya tahan tubuh dan libido (gairah seksual).
Riset membuktikan bahwa hormon testosteron dalam jumlah yang normal sangat penting untuk mengurangi resiko diabetes dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, pria yang memiliki kadar hormon testosteronnya normal lebih panjang umur dari pria yang memiliki kadar hormon testosteron yang lebih rendah.
Kadar testosteron yang normal adalah sekitar 12 nmol/L sampai 40 nmol/L. Kondisi kadar testosteron dibawah jumlah normal disebut Testosterone Deficiency Syndrome (TDS ).
Testosteron memiliki sejumlah khasiat fisiologi yang penting sebagai berikut :
1.      Efek virilisasi. Testosteron bertanggung jawab atas cirri kelamin pria primer dan sekunder serta memegang peranan penting dalam spermatogenesis. Hormon ini juga berperan dalam mempenagruhi hasrat seks (libido) dan daya ereksi (potensi).
2.      Efek anabol. Testosteron membnatu meningkatkan pembentukan protein dan pertumbuhan sel-sel otot.
3.      Efek tulang. Pada anak laki-laki, selama pubertas produksi terstosteron meningkat dengan kuat yang mengakibatkan mereka tumbuh lebih panjang dalam beberapa waktu.

2.7.2 Fungsi Hormon Testosteron
Secara umum testosteron berfungsi untuk diferensiasi seks, perkembangan organ seks sekunder dan struktur perlengkapannya, metabolisme anabolik serta regulasi gen, dan perilaku pola-kejantanan.
Khususnya dalam fungsi seksualitas, testosteron terkait dengan libido, di mana kadar testosteron yang adekuat menyebabkan perasaan aktif pada tubuh dan jiwa, siaga dan bersemangat, sebaliknya kadar testosteron inadekuat menyertai ketidakaktifan, letargi dan mood yang tertekan. Testosteron adalah hormon yang terlibat dengan sexual desire (libido) yang memberikan stimulus seksual untuk mendorong aktifitas seksual khususnya pada laki-laki kadar hormon testosteron berhubungan dengan tingkat rendah dan tingginya ketertarikan seksual, fantasi seksual, aktifitas seksual, frekuensi ejakulasi dan intercourse.
Namun pengaruh testosteron bagi pria lebih besar sebab pria memproduksi hormon testosteron lebih banyak, yakni sekira 20 kali lipat dari testosteron pada wanita. Bagi pria, testosteron merupakan hormon seks yang punya peran penting dalam fungsi seksual,produksi sperma, pembentukan otot, dan intonasi suara.
Sebenarnya rahasia dari keperkasaan tersebut terletak pada testosteron. Testosteron penting bagi perkembangan seorang anak lelaki menjadi pria dewasa selama masa pubertas dan diperlukan untuk kinerja fisik, mental dan seksual seorang pria.
Selama ini testosterone yang diproduksi dalam testis lebih dikenal sebagai hormon seks padahal selain aktivitas seksual, testosteron memiliki banyak fungsi lain yang penting untuk kesehatan sesuai dengan perkembangan tubuh sejak masa pubertas.
Berikut beberapa fungsi progesteron selama masa pubertas :
a.       Testosteron menyebabkan pecahnya suara
b.      Bertanggung jawab terhadap pembentukan rambut, janggut dan kumis
c.       Membentuk dan memelihara struktur tulang
d.      Membantu pembentukan sel-sel darah merah
e.       Membentuk dan memelihara otot-otot
f.       Mempetahankan daya ingat, konsentrasi, keseimbangan mental, dan mempengaruhi mood
g.      Penentu bentuk tubuh pria.
h.      Pengatur hasrat dan fungsi seksual
i.        Menjaga sistem imun, energi, dan perlindungan dari osteoporosis
2.7.3 Sumber Hormon Testosteron
a)      Wortel
Sebagai sayuran kaya nutrisi juga beta karoten, wortel mampu mencegah penimbunan gula darah dan lemak yang merupakan salah satu penyebab impotensi. Senyawa porfirin yang terkandung dalam wortel mampu mendorong kelenjar pituitari agar menaikkan kadar hormon testosteron.
b)      Daun Katuk                                     
Daun katuk terbukti berkhasiat menambah kesuburan serta menambah kwalitas dan jumlah sperma. Tujuh senyawa aktif yang terkandung dalamdaun katuk dapat merangsang sintesis hormon-hormon steroid.
c)      Tomat 
Kulit dan buahnya yang merah merupakan indicator tingginya kadar likopen yang merupakan antioksidan alami. Likopen juga berfungsi meningkatkan mobilitas sperma.
d)      Semangka
Mengandung salah satu komponen karotenoid yakni likopen. Selain sebagai anti penuaan dini dan antikanker, kadar likopen pada semangka mampu memperbaiki kesuburan. 1 buah semangka mengandung 100mg likopen.
e)      Jambu biji
Likopen yang terdapat didalam jambu biji berkhasiat menyuburkan sistem reproduksi pria dan mampu meningkatkan vitalitas. Dalam tiap 1 buah jambu biji terkandung 80mg likopen.
f)        Daun kemangi
Daya tahan hidup sperma penting agar proses pembuahan ovum berhasil. Daun kemangi senyawa arginin yang memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan dan menurunkan gula darah.

2.7.4 Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Rendahnya Kadar Testosteron
Male menopause atau late-onset hypogonadism dialami 2% pria setengah baya. Pria yang mengalami menopause biasanya mempunyai kadar testosteron rendah yang dikaitkan dengan ereksi pagi yang buruk, gairah seks rendah dan disfungsi ereksi.
Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15 % per tahun, dimulai pada usia 45 tahun. Meski menopause pada pria bisa terjadi, menopause pada pria bisa dibilang langka. Kadar testosteron rendah ini juga terkait dengan simptom lain seperti depresi, lelah, dan tak bisa berhubungan intim. Selain itu juga terdapat simptom yang tidak terkait dengan testosteron rendah. Simptom antara lain terdiri dari gangguan pola tidur, konsentrasi buruk, merasa tidak berharga dan merasa sangat cemas.
Namun jangan salah mengistilahkan male menopause, karena artinya bisa menyesatkan, menganggap bahwa semua pria akan mengalaminya. Penurunan testosteron pada pria tua benar-benar alamiah dan proses normal yang akan dialami pria ketia menua.
1. Penyebab menopause pada pria atau andropause adalah :
a.                   Faktor lingkungan. Bisa berupa pencemaran/ polusi lingkungan, pengaruh bahan kimia (termasuk bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, diet, dan pola makan.
b.                  Faktor organik. Perubahan hormon, seperti testosteron, DHEA (dehydroepiandrosteron), DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat), melatonin, GH (Growth Hormone), IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1), prolaktin.
c.                   Faktor psikogenik. Misalnya: stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut: tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati).
d.                  Terlalu banyak lemak meningkatkan kadar estrogen yang menurunkan kadar testosteron, sebagai hasilnya hubungan seksual Anda akan menderita kinerja rendah dan dorongan seks dan libido berkurang.

2. Gejala pria yang akan mengalami menopause adalah:
a.                   Produksi testosteron melemah
Produksi testosteron semakin melemah seiring dengan berbagai penyakit yang menemani masa andropause pada pria. Penyakit seperti depresi, obesitas, atau kondisi lain mempengaruhi produksi testosteron. Bedanya, saat menopause wanita kehilangan hormon estrogen secara total, dan kesempatan mendapati anak mulai berkurang. Andropause pada pria tidak lantas berarti produksi testosteron berhenti total. Meski menunjukkan gejala endropause, saat usia semakin menua pria masih bisa memiliki anak.
b.                  Tubuh panas-dingin
Sama seperti gejala pada wanita, pria juga mengalami panas-dingin. Tubuh panas dan berkeringat secara esktrem, lalu mulai dingin. Gejala ini diikuti dengan pusing dan mual. Gejala seperti ini hanya bertahan beberapa menit, dan terjadi dalam 2 hingga 4 jam.
c.                   Perubahan mood
Perubahan mood merupakan hasil dari fluktuasi pada hormon saat menopause. Hormon mempengaruhi level serotonin dalam otak, yang kemudian mempengaruhi mood. Mood akan positif dengan jumlah serotonin yang tinggi, dan menjadi negatif jika levelnya sedikit. Perubahan mood pada pria memang tidak terlalu intens seperti pada wanita. Meski begitu, mood pada pria bisa terlihat berubah saat merespons kondisi tertentu. Bahkan gejala seperti ini jika bertahan lama akan menjadi depresi.
d.                  Mudah lupa
Kemampuan konsentrasi dan mengingat akan berkurang saat pria memasuki masa andropause, meskipun tidak ada hubungan yang jelas antara tingkat hormon dengan penurunan memori. Kombinasi gejala panas-dingin, perubahan mood, penurunan libido dan berat badan, merupakan gejala andropause yang mengarah kepada stres dan penurunan kemampuan mentalitas. Cepat lupa, misalnya, namun ini juga terkait dengan usia. Namun hanya karena lupa menyimpan kunci, misalnya, bukan berarti lantas dikatakan andropause.
e.                   Gairah seks menurun
Gejala paling umum dari andropause adalah penurunan libido. Hampir 80 persen pria mengalami gejala ini. Perawatan medis bisa mengatasi disfungsi ereksi yang disebabkan andropause ini.
2.7.5 Akibat Kelebihan dan Kekurangan Testosteron
Rendahnya kadar hormon ini menyebabkan seseorang mengalami kelelahan kronis,gangguan ereksi,depresi,dan postur tubuh yang kurang tegap maupun berkurangnya kemampuan atletik.
Kekurangan testosteron dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan turunnya gairah seks, dan kelebihan testosteron dapat meningkatkan gairah seks, baik pada pria maupun wanita. Namun, kadar testosteron tidak begitu mempengaruhi daya tarik dan gairah seks saat mereka berada pada batas rata-rata. Gairah seks cenderung dipengaruhi oleh perangsang dari luar (gambar, suara, sentuhan) daripada oleh variasi hormon seks, kecuali dalam beberapa kasus langka. Pada pria, terlalu sedikit testosteron dapat menyebabkan sulit mendapat atau menjaga ereksi, namun tidak jelas apakah kekurangan testosteron mempengaruhi fungsi seksual wanita selain menurunkan gairah.
Setelah sekitar usia 40, kadar testosteron mulai menurun sekitar satu persen per tahun. Penurunan ini pada awalnya hampir tidak terlihat. Tapi seiring tahun-tahun berlalu, Anda akan mulai mendapat ekstra beberapa kilo yang tidak diinginkan, mengalami kehilangan otot, dan pada usia 60 bahkan ada risiko impotensi dan penyakit tulang rapuh (osteoporosis). Pada pria yang lebih muda kadar testosteron rendah dapat disebabkan oleh masalah kesehatan mendasar seperti kerusakan testis, gangguan kelenjar hipofisis atau bahkan dari efek samping obat resep
2.7.6 Penanggulangan Kekurangan Testosteron
1. Pengobatan Pengganti Hormon
Rendahnya tingkat testosteron pada pria dapat diisi ulang dengan suntikan testosteron, pil, patch, dan gel. Namun, ada risiko efek samping dengan perawatan ini yang mencakup; kolesterol tinggi, penyusutan testis dan kemungkinan mendapatkan kerusakan hati.
Beberapa wanita mengalami menopause parah, atau dikenal sebagai krisis paruh baya. Hal ini terjadi ketika tingkat estrogen mereka menjadi terlalu rendah, dan perlu diganti. Namun, ada juga peningkatan risiko kanker dengan menjalani perawatan ini dan resiko osteoporosis (penyakit tulang rapuh) jika tingkat estrogen tidak dinaikkan. Hal ini membuat wanita-wanita malang dengan dilema dan keputusan yang sulit untuk dibuat.
Pengobatan penggantian hormon dapat dilakukan dengan mencari alternative pengobatan tradisional dengan bahan alami. Penelitian terbaru menyebutkan Teripang atau lebih dikenal gingseng laut memiliki nilai penting sebagai sumber biofarmaka potensial maupun makanan kesehatan. Kandungan kimia teripang basah terdiri dari 44-45 persen protein, 3-5 persen karbohidrat dan 1,5 persen lemak. Teripang mengandung asam amino esensial, kolagen dan vitamin E. Kandungan asam lemak penting teripang seperti asam eikosapentaenoat(EPA) dan asam dekosaheksaenoat (DHA) berperan dalam perkembangan syaraf otak, agen penyembuh luka dan antitrombotik.
Hasil penelitian menunjukkan kandungan testosteron teripang segar lebih tinggi dibanding teripang kering. Steroid teripang jenis pasir lebih tinggi dibanding ganat dan hitam," kata Kurnia. Ekstrak teripang berpotensi besar sebagai sumber testosteron alami. Sayangnya, belum diperoleh metode ekstraksi untuk keperluan produksi masal. Testosteron yang banyak beredar, testosteron sintentik yang mempunyai efek samping dalam penggunaannya.
Selain Teripang, pengobatan alternatif dapat pula dilakukan dengan herbal alami seperti tanaman dari Afrika Selatan bernama Hoodia Gordini yang membakar lemak dan menekan nafsu makan. Tanaman ini telah menyatu dengan kombinasi bahan-bahan alami untuk menghasilkan produk yang luar biasa yang mengurangi berat badan, tanpa Anda bahkan melihat diet Anda.
2. Cara Mempertahankan Tingkat Hormonal yang Aman Secara Alami
Untuk pria dengan tingkat di ambang batas, olahraga merupakan metode yang baik untuk meningkatkan produksi testosteron ke tingkat yang memuaskan. Menjaga berat badan ideal akan membantu menjaga kadar estrogen ke tingkat yang ideal, mencegah pengurangan testosteron.

2.8  Antiandrogen
Antiandrogen menghambat kerja hormonal laki-Laki dengan mempengaruhi sintesa androgen atau menghambat reseptornya.misalnya, pada dosis tinggi, antifungal, ketokonazol menghambat beberapa enzim sitokrom P-450 yang terlibat dalam sintesa steroid. Finasterid sepeti steroid yang baru2 ini disetujui untuk pengobatan hipertrofi prostat jinak (BPH) menghambat 5-α-reduktase mengakibatkan pegurangan ukuran prostat. Selain itu siproteron untuk pengobatan hirsutisme pada perempuan dan flutamid untuk karsinoma prostat pada pria.

BAB III
KESIMPULAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar